21 Mar 2013

Sampah, Cermin Gaya Hidup Kita


Saat ini, permasalahan lingkungan semakin jelas terlihat di berbagai tempat, mulai dari skala lokal sampai skala global.  Masalah-masalah tersebut sangat mendesak kita untuk peduli pada lingkungan , agar lingkungan tidak menjadi sumber bencana bagi kita sendiri. Salah satu cara untuk peduli dengan lingkungan adalah dengan melakukan daur ulang sampah.
Sampai saat ini, sampah masih menjadi problema klasik bagi kota-kota besar di Indonesia. Perkembangan penduduk yang pesat menjadi satu penyebab meningkatnya produksi sampah rumah tangga setiap harinya. Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam berbagai kegiatan, manusia selalu menghasilkan sampah. Kondisi masyarakat yang heterogen baik dari kesejahteraan ataupun pendidikan juga turut memberi andil terhadap kegiatan membuang sampah.
Data dari Kementrian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa pada tahun 1995 rata-rata orang di perkotaan Indonesia menghasilkan sampah 0,8 kg per hari dan terus meningkat hingga 1 kg per hari pada tahun 2000. Diperkirakan timbunan sampah pada tahun 2020 untuk tiap orang adalah 2,1 kg/ hari. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat maka diperkirakan pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan per hari sekitar 500 juta kg, atau sekitar 190 ribu ton per tahun. Hal ini berpotensi untuk mengemisikan gas metana ke atmosfer yang tentunya berdampak pada akselerasi pemanasan global. Sungguh fenomena yang sangat memprihatinkan.
Sampah sesungguhnya bukanlah melulu suatu masalah. Sampah sesungguhnya menyimpan potensi-potensi ekonomi yang jika dikelola dengan baik akan dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memilah sampah menurut jenisnya. Pemilahan sampah merupakan kunci 3R (reuse, recycle dan reduce). Namun, pemilahan sampah ini belum menjadi budaya masyarakat. Itulah yang menjadi salah satu kendala penyebab rendahnya tingkat guna ulang, daur ulang dan pemanfaatan sampah di Indonesia.
Implementasi konsep 3R dalam pengelolaan sampah merupakan upaya nyata dalam mitigasi perubahan iklim. Pelaksanakan 3R dapat mengurangi emisi gas metana (CH4) zat gas rumah kaca (GRK) yang daya rusaknya terhadap lapisan ozon 21 kali lebih kuat dibanding karbondioksida (CO2). Selain itu pengelolaan berdasarkan konsep 3 R ini bisa menjadikan sampah menjadi potensi ekonomi yang  jauh lebih dari kesan masalah. Sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan produksi, dan juga konsumen memiliki tanggung jawab yang sama terhadap sampah. Yuuuk, kita mulai peduli pada sampah, dari diri kita sendiri, mulai saat ini juga...OKE ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar