Ketika saya kecil, saya sering
bermain-main di sawah sekitar rumah saya. Saya dapat merasakan segarnya udara
dan hijaunya pepohonan di sana. Tapi sekarang suasana seperti itu sudah sulit
ditemui. Keadaan berubah menjadi panas dan polusi udara semakin merajalela. Di
sekitar kita semakin banyak perumahan, gedung bertingkat, kendaraan bermotor
dan segala sesuatu penunjang kehidupan manusia. Ya,...manusia.
Miris rasanya ketika melihat pohon-pohon
ditebang dengan dalih untuk pelebaran jalan. Puluhan tahun dibutuhkan oleh
pepohonan untuk dapat tumbuh mengimbangi polusi di bumi. Tapi hanya dalam
hitungan detik keberadaannya tiada, musnah oleh gergaji besi. Sudah kita
ketahui bersama bahwa pohon adalah alat pengikat air dan tanah yang paling
sempurna. Semua itu akan berganti dengan
beton yang tidak ramah pada lingkungan kita. Akhir-akhir ini banjir sudah
melanda Magelang, kota yang dulu terkenal sangat ramah dan sejuk. Memang tidak
sedahsyat banjir di kota-kota besar lainnya. Tapi ini adalah bukti bahwa
lingkungan kita sudah rusak.
Bumi, sebagai penyangga kehidupan
semua makhluk di atasnya, semakin hari semakin tua. Sama seperti manusia. Kini
bumi sudah berusia ±4,6 miliar tahun. Kalo ibaratnya manusia, bumi itu mungkin
sudah tua dan keriputan. Berbagai masalah harus ditanggung oleh bumi. Cobalah
kita lihat, di beberapa tempat gunung diratakan untuk membuat jalan tol,
pohon-pohon ditebangi untuk pelebaran jalan atau sekedar untuk dimanfaatkan
kayunya. Belum cukup itu saja, isi perut bumi pun dikuras oleh manusia. Maka,
janganlah heran apabila sekarang banyak musibah dan bencana yang terjadi di
bumi kita. Wajar apabila bumi memberontak, karena diapun sudah tidak dihormati
lagi oleh manusia. Wajar pula apabila bumi sudah enggan memberikan kenyamanan
dan perlindungan bagi manusia karena dia sudah dilukai oleh manusia.
Hari ini, 22 April 2013, biasa
diperingati sebagai hari bumi sedunia. Peringatan ini bukan karena bumi kita sedang berulang tahun, tapi karena bentuk
keprihatinan terhadap bumi. Tahukah anda 33 tahun yang lalu Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat yang sangat peduli dengan
lingkungan hidup mengajak semua penduduk bumi untuk mengkampanyekan
kepeduliannya pada bumi. Pada tanggal 22 April 1970 sekitar 20 juta warga
Amerika bersama-sama turun ke jalan untuk mengkampanyekan kesehatan dan
kepedulian lingkungan hidup. Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan
hidup. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi
terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi
sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Nah sekarang
lihatlah diri kita, apa aksi yang sudah lakukan untuk bumi kita ?
Beberapa tahun belakangan ini, kita sering mendengar tentang isu pemanasan
global. Kitapun sudah merasakan gejala-gejala pemanasan global di bumi ini.
Pemanasan global disebabkan oleh naiknya suhu permukaan bumi yang dipicu oleh semakin tingginya kadar Gas Rumah
Kaca (GRK) di atmosfer. Gas rumah kaca
ini merupakan CO2 yang banyak dihasilkan dari aktivitas manusia seperti
kegiatan pembakaran bahan bakar fosil (mis: minyak, gas, batubara) yang banyak
digunakan untuk industri, transportasi, rumah tangga dll. Menurut para ahli,
dalam waktu 70 tahun sejak tahun 1940 suhu udara rata-rata di bumi diperkirakan
mengalami kenaikan sekitar 0,50 C. Pemanasan global akan mengakibatkan
terjadinya perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es
di kutub. Gelombang panas akan mengacaukan iklim dan menimbulkan badai dahsyat
yang dapat menghancurkan semua bangunan di bumi. Naudzubillahi min dzalik.
Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan bumi? Tidak ada
salahnya jika kita mencoba melakukan beberapa hal sederhana dalam hidup kita
untuk berpartisipasi dalam pelestarian bumi . Beberapa tindakan yang bisa kita
lakukan misalnya :
1.
Segera mematikan
alat-alat yang menggunakan energi listri apabila sudah selesai digunakan.
2.
Gunakan air
seperlunya. Tutuplah kran air bila sudah selesai digunakan, gunakan ember untuk
menampung air saat cucian kita banyak.
3. Berjalanlah apabila kita akan menempuh jarak yang cukup dekat. Selain
menyehatkan badan, tindakan ini juga dapat menghemat BBM.
4. Apabila memungkinkan, hindari menggunakan kendaraan pribadi.
Beralihlah pada transportasi umum untuk
mengurangi emisi CO2
5. Kurangi penggunaan kertas dengan mengganti secara online atau elektronik.
Gunakan kertas pada 2 sisi sebelum dibuang.
6. Pilahlah sampah untuk di daur ulang. Jangan bakar sampah karena dapat
menghasilkan karbondioksida.
7. Rubahlah gaya hidup kita. Belilah produk ramah lingkungan. Hindari kantong
plastik saat belanja. Hindari pula penggunaan barang sekali pakai untuk
mengurangi sampah.
8. Manfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam pohon. Semakin banyak pohon,
suplai oksigen juga semakin banyak.
9. Tambahlah wawasan lingkungan dan sebarkan pengetahuan yang dimiliki pada
orang lain.
Yuuuk,
tunjukkan mana aksimu untuk lestarikan bumi ! Semoga aksi-aksi sederhana yang
kita lakukan akan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan anak cucu kita. Selamat
Hari Bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar