5 Apr 2013

Sampah,... diapain ya...?

Pada umumnya masyarakat enggan "berhubungan" dengan sampah dengan alasan jijik atau sudah ada yang mengurus. Tapi harus kita sadari bahwa setiap manusia, besar atau kecil, laki-laki atau perempuan, orang kaya atau miskin, pasti tidak akan pernah lepas dari sampah. Coba hitung berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya ? Mulai bangun tidur, sampah organik dari tubuh kita buang. Setiap saat kita bernafas juga mengeluarkan zat sampah dari tubuh kita. Belum lagi ketika di tempat kerja, kertas-kertas, tisu, bungkus makanan dan minuman juga kita hasilkan. Lalu apakah kita masih bisa bilang " Aku dah putus hubungan sama sampah !" Asal sudah dibuang di tempat sampah, sudah selesailah kewajiban terhadap sampah. Benarkah ?

Alangkah lebih baik jika kita mulai peduli pada sampah kita sendiri. Mulai sekarang kurangilah gaya hidup kita yang menghasilkan sampah. Beli bakso ya bawa tempat sendiri, pake sabun cuci ya beli yang ukurannya besar sekalian, belanja di pasar/swalayan ya bawa kantong belanja sendiri... jadi hemat sampah...hemat di kantong juga kan ?
Pada dasarnya sampah bisa kita kurangi dengan kesadaran kita sendiri. Tapi kalo sudah terlanjur banyak sampah terus gimana ? Ya ayo mari bersama-sama kita kelola dengan baik. Mulai dari rumah sendiri, sampah di pilah-pilah sesuai dengan jenisnya misalnya yang organik dan anorganik. Yang organik dimanfaatkan jadi kompos, yang anorganik dipisah-pisahkan lagi, misalnya yang kertas, plastik, kaca dll.

Sampah anorganik bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dibuat kerajinan yang bermanfaat. Misalnya dengan mendaur ulang kertas. Dari kertas daur ulang yang dihasilkan bisa digunakan untuk kerajinan atau hiasan.
Nah kalo di dekat rumah kita atau di sekolah ada Bank Sampah, boleh disetorkan ke sana. Sekarang ini kan baru marak adanya Bank Sampah. Jadi bukan uang yang ditabung tapi sampah yang ditabung. Memang sebuah usaha yang sangat bagus untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. 
Seperti di sekolah Alam Magelang. Keberadaan Bank Sampah sedikit demi sedikit bisa memberi motivasi siswa dan gurunya untuk peduli pada sampah. Ketika lihat botol di jalan, yang dibayangkan sekarang adalah... " Wah, bisa ditabung nih ! " Lalu dipungutlah botol bekas tersebut.... Nah, lingkungan jadi bersih kan ? Yuuuk mulai sekarang pedulikan sampah kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar